
Jatuhnya pilihan cawapres SBY kepada Boediono, banyak menuai kritik dari berbagai kalangan. Para politisi dari PKS, PAN, PPP dan PKB sebagai pendukung setia SBY selama ini, dengan keras akan menarik dukungan tersebut. Bahkan terdengar santer, mereka akan membuat poros alternatif yang dimotori oleh empat partai tersebut.
Pengamat politik bahkan Amin Rais menilai Boediono, sebagai sosok neoliberal yang membawa ekonomi nasional ke jalan terjal ekonomi kapitalisme kolonial. “Budiono adalah seorang ekonom neoliberal, yang konsep dan paradigmanya tak sesuai dengan realitas ekonomi rakyat Indonesia, dimana kemiskinan dan ketidakadilan masih akut,” kata tokoh reformasi itu.
Sejumlah analis ekonomi-politik juga menduga Budiono merupakan titipan dan perpanjangan kekuatan asing. “Semua orang tahu Budiono adalah kepercayaan IMF dan AS,” kata ekonom Revrisond Baswir.
Sementara ekonom Fadhil Hasan juga melihat, kiprah Budiono itu membawa kepentingan global sebagai solusi atas krisis ekonomi nasional. Padahal paradigmanya masih menggunakan model lama yakni mengandalkan sektor finansial, privatisasi, liberalisasi dan pemangkasan subsidi serta menambah utang.
Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menyatakan, sangat kecewa ketika Boediono dicalonkan sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Dia menilai Boediono pernah tersangkut kasus hukum BLBI. “Kasus hukum yang pernah memberlit Boediono harus diklarifikasi dulu,” kata Drajad.
Jadi harus dibersihkan dulu biar clear, kata Drajad. “Secara politik memang mungkin saja bisa diclearkan, tapi secara hukum harus diklarifikasi baik dari Kejaksaan Agung maupun Presiden," ujar Drajad
Boediono yang berpenampilan cool dan calm ini seorang ekonom yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada dan memperoleh Doktor Ekonomi Bisnis lulusan Wharton School University of Pennsylvania, AS tahun 1979. Pernah menjabat Menteri Keuangan pada pemerintahan Megawati, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu dan Gubernur Bank Indonesia.
Sederet prestasi juga telah diraih Boediono ketika menjabat sebagai menteri keuangan, Menko Perekonomian mapun sebagai Gubernur BI. Saat menjadi Menteri Keuangan, Boediono berhasil memperbaiki keuangan pemerintah dengan sangat baik sehingga mampu membawa Indonesia lepas dari bantuan Dana Moneter Internasional. Bahkan Majalah Business Week (AS) memberi pengakuan kepada Boediono sebagai tokoh yang kompeten di posisinya dan dipandang sebagai salah seorang menteri yang paling berprestasi dalam Kabinet Gotong Royong. Boediono memang tokoh yang langka di negeri ini, penampilan dan sosoknya tenang dan giat berbuat untuk negeri.
SBY memilih Boediono sebagai cawapres jelas berdasarkan pertimbangan yang matang dan penuh kalkulasi politik. Tak cuma sekedar menjaga harmonisasi koalisasi dengan partai pendukung, SBY tentu punya alasan-alasan khusus yang akhirnya kita pun bakal tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar