Pekan ini hampir setiap orangtua yang memiliki anak lulus sekolah disibukan dengan mencari sekolah baru. Bahkan sejumlah jalan di Bogor Senin (7/7) macet sejak pagi hari, karena pada hari itu pengumuman penerimaan siswa baru dilakukan disemua jenjang secara serempak, belum lagi ditambah dengan pendaftaran ulang siswa yang naik jenjang.
Kelulusan, nilai ujian dan hasil tes menjadi standar mengukur penerimaan siswa di hampir setiap sekolah.Tapi jangan salah, aturan itu tak seragam di seluruh wilayah RI, bahkan beberbeda kabupaten saja, setiap Kantor Diknas bikin aturan penerimaanya berbeda lagi. Yang lebih ironis lagi "kasak-kusuk" jalan belakang masih mewarnai PSB tahun ini.Modelnya, jelas beragam cara di tempuh orangtua dan oknum sekolah untuk meng-golkan anaknya masuk ke sekolah favorite.
Untuk menyekolahkan anak di sekolah favorite, haruskah kita menempuh cara-cara yang jelas bertentangan dengan hati nurani? Ikhlas'kah hati kita, mendidik anak melalui cara-cara yang tak terdidik? Belum lagi, kalau akibat ulah kita banyak anak-anak pandai yang harus kehilangan kesempatan, karena kita lebih mampu.
Mungkin PSB online yang dilakukan oleh Diknas DKI, boleh dibilang bisa menjadi contoh alias model PSB secara nasional. Transparansi dan keterbukaan menjadi simpul mengecilkan peluang "kasak-kusuk" bagi oknum sekolah maupun orangtua yang berupaya tidak terpuji
Rabu, 09 Juli 2008
Langganan:
Postingan (Atom)