Setelah pemilu legislatif selesai, hasilnya pun mulai nampak. Demokrat,Golkar,PDIP, PKS dan PAN keluar sebagai 5 besar, disusul PKB, PPP, Gerindra, Hanura dan PBB dalam urutan 10 besar. Peta Pilpres pun mulai terbaca, komunikasi politik pun gencar dilakukan oleh petinggi partai untuk membangun koalisi. Media massa pun marak memberitakan riuhnya akrobat politik ini.
Perjalanan pemilu kita menggambarkan, partai pemenang pemilu legislatif tak selalu mengusung presiden dari partai tersebut. Tahun 1999, ketika PDIP menuai angka terbesar dalam pemilu, presidennya justru Gus Dur (PKB). Tahun 2004, Golkar mendapat angka terbesar dalam pemilu legislatif, tapi yang menjadi presiden justru SBY (Demokrat).
Lantas siapakah yang akan kita pilih pada pilpres Juli mendatang? 4 kandidat yang paling menguat belakangan ini, SBY, Megawati,Jusuf Kalla dan Prabowo, dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan pada masa lalu. Yang kita butuhkan sekarang adalah bagaimana visi dan grand desain para capres tersebut untuk Indonesia ke depan. Indonesia yang penuh harapan, Indonesia yang mensejahterakan rakyat, Indonesia yang jauh dari kemiskinan dan kebodohan. Indonesia yang maju dan bermartabat. Indonesia yang berakhlaq dan berbudaya.
Kita butuh presiden yang matanya selalu menatap rakyat, telinganya selalu mendengar suara rakyat, sosoknya selalu berada di tengah-tengah rakyat, dan dia berani dan nekad berbuat untuk rakyat.
Senin, 27 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)